BAHKAN TERPURUK PUN ADALAH SEBUAH MOMEN
Hari dimana hati dirundung
pilu, semua tampak mengecewakan. Tak ada yang spesial, tak ada ambisi dalam
diri, tak ada ide yang pas dari teman-teman, tak ada saran yang tepat dari
keluarga, semua tampak menuntut dan tak memberi sumbangsi pemikirn. Mereka hanya
menuntut sesuai dengan yang mereka bayangkan tentang apa yang mereka lihat dari
luar diriku.
Merek hanya melihatku dari luar saja, mereka tak pernah pernah tau apa sebenarnya yang menjadi bebanku, mereka tak pernah tau apa yang menjalani kendalaku dalam setiap ide yang mereka berikan. Dan sampai kapan pun mereka takkan mampu mengerti apa yang menjadi beban dan kendalaku, sekeras apapun aku meluapkan isi hati dan inginku pada mereka mereka takkan mampu mencapai apa yang aku fikirkan dan apa yang aku rasakan,
Hidup ditengah sindiran dan hinaan sudah biasa aku rasakan, dan aku terima karena memang seperti itulah memang kenyataan yang mereka sampaikan padaku. Yang tak mampu ku dengarkan adalah kritikan mereka tentangku yang tak pernah pernah tau apa masalah dan apa yang aku inginkan.
Mungkin memang benar, Tak ada
yang mampu memahami mu kecuali dirimu sendiri, tak ada yang bisa dipercaya
kecuali diri sendiri. Karena datangnya komentar bersumber dari realita yang terjadi, bukan dari pemikiran. Datangnya beban bersumber dari pemikiran sendiri, dan obat
dari sembuhnya beban fikiran adalah dari diri sendiri pula. Karena alasan tak
selamanya menyelamatkan
Comments
Post a Comment