SAYA ATAU MEREKA
Perbedaan pendapat dari mereka adalah sebuah tanda tanya
bagi saya, mengapa saya tidak pernah merasa benar sejalan dengan mereka. Selalu
saja ad perasaan yang mengganjal disetiap mereka mengambil keputusan, apakah
hanya saya atau sebagian dari mereka juga mengalami hal yang serupa. Berangkat
dari kalimat yang pernah saya baca “Tidak
ada yang mampu memahamimu kecuali dirimu sendiri” jika memang itu benar,
apakah sejalan dengan pernyataan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang saling
membutuhkan?.
Ada yang mengatakan “Jadilah
dirimu sendiri” lalu mengapa ketika saya merasa saya tidak sama dengan
mereka, saya sering merasa risau? Saya juga ingin mendapatkan apa yang mereka
raih, saya tidak ingin tertinggal dari mereka. Saya menginginkan kesetaraan
dari semua strata mereka, saya menginginkan tidak ada pembeda diantara saya dan
mereka. Dibenakku mungkin itulah penyebab seringnya terjadi perbedaan keinginan
dari setiap individu yang mengakibatkan perselisihan paham yang tak berujung.
Menjadi diri sendiri akan melahirkan perbedaan yang setiap individu semakin
bertambah dan akan menjadi semakin rumit.
Kata mereka “Hidup
itu pilihan”. Lalu bagaimana saya memilih? Sementara arti dari semua
pilihan itu tidak semuanya saya tahu. Lalu bagaimana saya memilih sementara
pilihan itu akan mengarah dan berujung kemana?. Hidup tidak seperti soal
pilihan ganda yang hanya ada 4 opsi A B C dan D. Hidup itu seperti berjalan di
koridor yang tak tentu kemana arahnya akan membawa kita. Lalu bagaimana saya
memilih jalan hidup yang sejatinya tidak ada kejelasan akan kemana. Apakah
mereka juga mengalami hal yang sama?
Katanya mereka “Nikmati
hidup” hidup seperti apa yang dinikmati? Menurut saya hidup itu dijalani
bukan dinikmati. Menikmati nafsu dunia atau menjalani nafsu dunia? Orang
beriman menganggap hidup ini seperti penjara bagi mereka. Orang yang lalai
menganggap hidup ini seperti surga, tapi salah siapa ketika orang beriman
menikmati hidup seperti surga? Yang lalai dan hidup didunia hitam tidak
menikmati hidup? Salah siapa?.
Hidup ini penuh
cobaan atau penuh jebakan.
Comments
Post a Comment